Apa itu pemberdayaan? – pengertian umum

Pada artikel sebelumnya di Blog Pemberdayaan YB3 kita membahas sejarah dari istilah pemberdayaan, yang mulai sering dipakai sejak tahun 60-70an, namun pertama diadopsi oleh komunitas internasional ketika Bank Dunia mengeluarkan World Development Report 2000-2001 yang merekomendasikan pemberdayaan sebagai salah satu pendekatan terekomendasi.

Selama beberapa tahun berikut istilah empowerment sering dipakai di mana-mana, dengan pemahaman yang semakin meluas. Pada tahun 2012 UN-DESA menerbitkan brosur kecil dengan berbagai definisi kata empowerment yang mereka kumpulkan melalui sebuah survei, mencerminkan keragaman pemahaman yang sudah ada.

Dalam dekade terakhir kata empowerment sudah semakin jarang dipakai oleh lembaga dunia untuk mendeskripsikan sebuah pendekatan pengembangan masyarakat utama, walaupun sering disebut sebagai sub-goal. Ketika searching kata empowerment di situs internet Bank Dunia, Perserikatan Bangsa, dan WHO kita menemukannya dalam beberapa konteks tertentu saja, seperti Women’s Empowerment atau Youth Empowerment. Dalam SDGs kata empowerment hanya dipakai pada Goal 5: Gender Equity.

Berarti kita bisa simpulkan bahwa kata empowerment tidak banyak dipakai lagi kecuali dalam konteks tertentu, kemungkinan besar karena kesulitan dalam mendefinisikan dan meratakan pengimplementasian konsepnya di lapangan.

Definisi WHO

Walaupun saat ini tidak ada satu definisi saja yang dipakai secara umum, ada satu definisi WHO yang cukup sering direferensikan, termasuk dalam kursus “Empowering Communities yang tersedia online secara gratis dari Open University. Definisi tersbut adalah sebagai berikut.

‘Empowerment’ refers to the process by which people gain control over the factors and decisions that shape their lives. It is the process by which they increase their assets and attributes and build capacities to gain access, partners, networks and/or a voice, in order to gain control.

Dari definisi ini kita bisa menyimpulkan bahwa arti dari istilah pemberdayaan dapat dipahami dengan sebuah proses untuk menjadi lebih mampu mempengaruhi faktor-faktor dan juga proses pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Definisi kata pemberdayaan dalam Bahasa Indonesia

Mari kita lihat kembali definisi dari kata berdaya, yang menjadi kata dasar dari istilah pemberdayaan dan juga memberdayakan.

Menurut KBBI, definisi berdaya adalah:

  1. v berkekuatan; berkemampuan; bertenaga
  2. v mempunyai akal, cara, dan sebagainya untuk mengatasi sesuatu

Menurut Tesaurus Kemendikbud kata-kata yang dianggap sinonim untuk kata berdaya adalah kuat, usaha, baik, wibawa, pengaruh, rezim dan perang.

Kita bisa lihat bagaimana dalam satu kata ini ada beberapa konsep mulia, baik fokus pada kekuatan setiap individu, kerja keras, kebaikan, dan kemampuan untuk mengakali, mempengaruhi dan mengatasi tantangan.

Konteks Indonesia

Di Indonesia, istilah empowerment dan pemberdayaan sudah menjadi konsep umum yang sering kita dengar, namun pemahaman tidak selalu merujuk pada definisi KBBI di atas.

Kalau kita mencari referensi-referensi mengenai empowerment atau ‘pemberdayaan’ di Indonesia, kita bisa melihat dua golongan besar, yaitu:

  • Pemberdayaan Perempuan (ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan
  • Pemberdayaan Ekonomi (yang sering disebut dalam artikel-artikel pada situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, maupun banyak sekali yayasan-yayasan dan NGO)

Dalam tahun-tahun terakhir ada sebuah tren untuk universitas-universitas besar menerbitkan jurnal dengan judul menggunakan istilah ini, di antaranya Nusantara Community Empowerment Review, Maspul Journal of Community Empowerment, Indonesian Journal of Community Empowerment, Indonesian Journal of Community Empowerment and Service, Community Empowerment. Adapun penerbit yang menerbitkan jurnal dengan judul yang mirip, seperti Community Empowerment Journal dan Journal of Community Development for Multidisciplinary.

Ketika kita melihat daftar isi, topik-topik yang dicakupi sangat luas, termasuk artikel yang cukup teknis mengenai perikanan, pendidikan, perwisataan, pertanian, dan perekonomian. Benang merah sepertinya adalah bahwa program ini dijalankan di tingkat masyarakat, dan bertujuan untuk membantu masyarakat untuk berkembang dan mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Kita bisa simpulkan bahwa konsep pemberdayaan masih menjadi sesuatu yang dianggap relevan dan penting di konteks Indonesia, dan banyak dipakai. Yang masih dibutuhkan adalah penyamaan persepsi mengenai arti dan pengimplementasian konsep ini di lapangan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah definisi pemberdayaan terbatas pada dua golongan Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi? Apakah Anda setuju dengan kesimpulan benang merah dari topik-topik jurnal yang direferensikan di atas?

Apakah ada sebuah definisi lain yang masih relevan dan berguna buat kita yang bergerak di dunia pengembangan masyarakat secara umum?

Yuk baca artikel berikut dalam Seri Apa itu Pemberdayaan? di Blog Pemberdayaan YB3. Kami akan menjelaskan definisi pemberdayaan menurut kami, termasuk bagaimana kami mengimplementasikan konsepnya dalam semua program kami.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Hubungi Kami!