Peran NGO
Peran lembaga sosial seiring berjalannya waktu telah mengalami pergeseran, khususnya di Indonesia. Kalau dulu, lembaga sosial identik dengan pemberian bantuan langsung, cepat tanggap dan muncul di daerah bencana, tidak demikian halnya saat ini. Belakangan, lembaga sosial dapat dipanggil dengan sebutan NGO (Non Government Organization) memiliki peran luas sebagai perpanjangan tangan Pemerintah yang dapat memiliki 4 peran berikut:
| Proteksi | Prevensi | Promosi | Transformasi |
| Memberikan bantuan langsung bagi korban bencana dan kaum pra sejahtera | Membantu menurunkan tingkat kerentanan masyarakat pra sejahtera melalui pemberdayaan | Meningkatkan kesempatan dan membuka peluang bagi masyarakat | Menjadi katalisator untuk memperbaiki kondisi sosial, politik ataupun ekonomi |
| “Memberi ikan” | “Mengajar orang memancing” | “Mengorganisasi kelompok pemancing” | “Melindungi hak-hak pemancing” |
Seiring dengan meluasnya peran NGO, kesadaran akan pentingnya laporan pengukuran dampak yang komprehensif semakin dibutuhkan. Laporan pengukuran dampak yang komprehensif menunjukkan sisi kredibilitas NGO dan meningkatkan kepercayaan donor. Walau demikian, perjalanan menciptakan dampak bagi NGO, khususnya jika dampak yang diharapkan bersifat jangka panjang, lebih bersifat sebuah proses daripada instan. Sedangkan donor umumnya lebih menyukai laporan dampak yang menunjukkan angka-angka fantastis serta kisah yang menggugah.
Memilih Metode Yang Tepat
Bagaimana NGO dapat memberikan laporan perubahan dampak yang sesuai visinya namun juga dapat memuaskan donor? Diambil dari kursus Social Impact Analysis Course, ada ragam cara menyampaikan dampak, mulai dari SROI (Social Return on Investment) yang condong bersifat kuantitatif, hingga System Mapping yang bersifat kompleks, non linear dan adaptif. Menurut kursus ini, tiga pertanyaan dasar yang dapat digunakan untuk mulai merumuskan dampak bagi lembaga atau kegiatan Anda antara lain:
- Luas – berapa banyak orang yang Anda layani?
- Dalam – bagaimana Anda merubah hidup seseorang?
- Fokus pada target populasi Anda – berapa banyak orang yang ingin Anda jangkau secara spesifik dalam target populasi Anda?
Poin pertama dan kedua mungkin sudah cukup familiar bagi Anda. Walau demikian, poin ketiga membantu Anda untuk tetap fokus pada penerima manfaat utama Anda. Sebagai contoh, Ziqitza Health Care Limited, sebuah perusahaan sosial yang bergerak pada penyediaan jasa ambulans, telah melayani lebih dari 2,5 juta panggilan. Tapi setelah beroperasi selama 10 tahun mereka mempertanyakan dan menghadapi kesulitan menemukan data apakah mereka telah melayani kaum yang paling tidak mampu. Untuk menyelesaikan masalah ini, mereka melakukan pengukuran dampak dengan melakukan survei via telepon terkait pengukuran kesejahteraan. Hasil dari survei ini menunjukkan bahwa ¾ dari orang yang mereka layani berada di bawah garis kemiskinan. Lewat pengukuran yang jelas ini, mereka mengetahui dan dapat dengan yakin menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan berdampak bagi masyarakat pra sejahtera.
Langkah Merumuskan Pengukuran Dampak
Langkah awal dari pengukuran dampak yang cukup penting adalah menyatakan secara eksplisit asumsi dan sumber informasi yang Anda gunakan. Dengan melakukan tahapan ini. saat Anda mulai mengumpulkan data dan bersentuhan dengan realita, Anda akan dapat memahami pada bagian apa saja Anda perlu membuat perubahan di asumsi awal Anda.
Yang akan disampaikan dalam artikel ini adalah metode yang digunakan Bina Berdaya Bangsa dalam mengukur dampak. Bina Berdaya Bangsa bergerak dalam ranah pemberdayaan masyarakat dan mengambil peran dalam jalur 2 pada tabel di atas, atas dasar ragam pertimbangan di atas, kami memutuskan menggunakan Theory of Change sebagai metode pengukuran dampak.
Theory of Change merupakan alat untuk merancang, merencanakan, dan mengevaluasi dampak dari program dengan cara menjelaskan bagaimana dan mengapa perubahan diharapkan terjadi dalam konteks serta asumsi tertentu.
ToC menggambarkan jalur logis dari input hingga dampak, yakni bagaimana kegiatan dan input akan menghasilkan output jangka pendek dan pada akhirnya menciptakan dampak jangka panjang.
Komponen utama Theory of Change adalah sebagai berikut:
- Dampak (Impact)
Perubahan jangka panjang yang diinginkan (contoh: menurunnya angka kemiskinan di wilayah perkotaan pra sejahtera). - Outcome
Perubahan jangka menengah yang dibutuhkan untuk mencapai dampak (contoh: meningkatnya penghasilan sekelompok pemuda). - Output
Hasil langsung dari kegiatan program (contoh: 300 pemuda menyelesaikan pelatihan keterampilan dalam membuka usaha). - Kegiatan (Activities)
Aktivitas yang dilakukan dalam program (contoh: pelatihan kewirausahaan). - Input
Sumber daya yang digunakan (contoh: dana, fasilitator, materi pelatihan). - Asumsi
Hal-hal yang diasumsikan perlu terjadi agar perubahan bisa tercipta (contoh: ada sekelompok pemuda yang berminat ikut pelatihan, pemerintah lokal mendukung program). - Faktor eksternal
Hal-hal di luar kendali program yang bisa mempengaruhi keberhasilan (contoh: perubahan kebijakan, bencana alam, kondisi ekonomi nasional).
Seluruh komponen di atas penting untuk dirancang dan dipikirkan dengan baik agar dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Walau demikian, NGO juga perlu memiliki sikap terbuka untuk merubah ToC jika diperlukan.
Dalam perjalanan kami selama lima tahun mencari metode pengukuran dampak yang paling tepat, kami menjumpai bahwa beberapa hal berikut membantu kami dalam bertumbuh menyempurnakan rancangan dampak:
- Cukup fleksibel merumuskan dampak dan target tahunan, khususnya mencantumkan target penerima manfaat → karena terlalu kaku pada target penerima manfaat tertentu menyebabkan kita perlu merumuskan target baru saat penerima manfaat tersebut berhalangan.
- Melibatkan tim kerja dalam pembuatan dan perumusan dampak, khususnya jika tim pelaksana berbeda dengan tim perumusan → karena penetrasi visi dan arahan sangat penting untuk menjamin keberhasilan program dan memastikan tim bekerja bersama mencapai dampak yang diharapkan
- Terus belajar → mencari cara yang paling tepat dalam mengukur dampak merupakan proses yang cukup panjang dan bisa jadi melelahkan. Terkadang rumusan yang Anda pikir sempurna menemukan hambatan dalam implementasi program di lapangan. Saat program tidak berjalan, sebaik apapun rumusan dampak Anda tidak akan tercapai.
Selamat belajar merumuskan dampak. Saat menghadapi kesulitan, ingatlah pada visi besar komunitas Anda dan tujuan awal Anda agar Anda tidak cepat menyerah.




