Pemberdayaan masyarakat menurut Ife, Jim & Tesoriero, Frank (2016), ialah memberikan sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan kepada warga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menentukan masa depan mereka sendiri dan berpartisipasi pada upaya mempengaruhi kehidupan dari kelompoknya.
Pemberdayaan masyarakat kurang lengkap tanpa adanya aksi blusukan, sebelum membahas lebih lanjut mengenai aksi blusukan yang dilakukan oleh YB3, mari kita membahas pengertian dari blusukan. Secara etimologi, kata ‘blusukan’ adalah bahasa Jawa yang dasarnya dari kata ‘blusuk’ yang diberi imbuhan ‘-an’. Secara harfiah blusukan sebenarnya adalah berarti memasuki tempat-tempat yang sejatinya kurang nyaman untuk dimasuki. Seiring lekatnya kata ‘blusukan’ dengan politis, maka blusukan dapat diartikan sebagai inspeksi mendadak atau masuk ke suatu tempat dengan tujuan mengetahui sesuatu.
Blusukan kepada masyarakat dilakukan dengan memulai pendekatan kepada masyarakat, sehingga kita mengetahui potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat untuk kemudian dapat dimaksimalkan dan digunakan untuk mengatasi masalah dan hambatan yang ditemukan oleh masyarakat. Setelah membahas aspek pemberdayaan masyarakat dan blusukan, penting juga untuk memahami bagaimana strategi blusukan dapat disesuaikan dengan berbagai konteks sosial dan budaya di masyarakat. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi kebutuhan maupun pola komunikasi masyarakatnya. Oleh karena itu, pendekatan blusukan yang dilakukan harus fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat setempat.
Blusukan Sebagai Sarana Membangun Kepercayaan
Membangun Kepercayaan (trust building) merupakan langkah awal yang YB3 lakukan. YB3 memulai dengan membangun hubungan kepada aparatur kelurahan, sederhananya YB3 bersilaturahmi dengan pihak kelurahan untuk saling mengenal dan memberikan dukungan. Selain itu, YB3 dapat mengetahui program apa saja yang sudah ada di kelurahan dan juga dapat mengenal masyarakat yang dilayani. Setelah mengenal aparatur Kelurahan, YB3 berkenalan dengan masyarakat, perkenalan ini dilakukan melalui berbagai kesempatan.
Blusukan yang dilakukan YB3 sangat sederhana namun memiliki dampak yang besar, hanya dengan mendengarkan cerita dan pengalaman mereka secara langsung, serta menunjukkan empati terhadap permasalahan yang ada, sehingga bertemu dengan masyarakat lebih terbuka untuk menerima inisiatif perubahan.
Kepercayaan ini tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, komitmen, serta kesungguhan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu, penting juga untuk menunjukkan bahwa kunjungan yang dilakukan bukan hanya sebatas formalitas, melainkan sebagai langkah awal untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dampak Blusukan YB3 Terhadap Program Pemberdayaan Kesehatan
Dalam konteks kesehatan keluarga, YB3 menyadari bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mendukung anak-anak mereka. YB3 melalui hubungan bersama dengan PAUD/TK, mengenal banyak orangtua yang tertarik untuk belajar mengenai nutrisi dan parenting yang baik bagi tumbuh kembang anak-anak mereka. Melalui hubungan yang baik tersebut YB3 memulai program kursus parenting dan nutrisi yang kemudian berkembang menjadi keluarga sehat, dimana setelah menerima kursus parenting dan nutrisi, orangtua hebat ini mulai mempraktekkan pengetahuan yang didapat dan dilakukan kunjungan berkala ke rumah (KABAR). Program keluarga sehat bertujuan untuk membangun kapasitas orang tua agar lebih paham tentang pentingnya nutrisi, serta pola asuh yang baik.
YB3 juga melakukan blusukan ke sekolah dasar sampai dengan bermitra dengan 4 SD/MI. Kemitraan dengan SD/MI membawa YB3 sampai bertemu dengan anak-anak remaja yang semangat belajar dan masih dalam masa remaja mereka dengan keingintahuan yang besar, maka program edukasi kesehatan reproduksi remaja atau disebut dengan program Remaja 101 diberikan kepada anak remaja yang duduk di kelas 4-6 SD. Melalui program Remaja 101, pemberdayaan kepada remaja diberikan, agar remaja mampu menentukan pilihan-pilihan terbaik dalam masa remaja mereka.
Duduk bersama dan saling berbagi dengan masyarakat ternyata mampu membawa YB3 semakin mengenali potensi yang dimiliki oleh masyarakat dan bersama-sama masyarakat memikirkan cara untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki dan cara mengatasi permasalahan yang mereka alami dengan potensi yang mereka miliki. Semangat itu yang mendorong YB3 mampu bertemu dengan keluarga-keluarga yang memiliki anak difabel. Pertemuan tersebut dimulai melalui kunjungan rumah kepada keluarga-keluarga dengan data yang didapat dari pihak Kelurahan, serta data melalui interaksi dengan masyarakat. Setiap kunjungan YB3 selalu bertemu dengan keluarga penuh potensi dan bersemangat untuk mendukung anak mereka. Sehingga terbentuklah Family Support Group dengan tujuan agar orangtua dengan anak difabel saling memberikan informasi mengenai praktik baik dalam mendukung tumbuh kembang anak, cara menangani anak difabel, dan saling memberi semangat.
Dampak Blusukan Terhadap Program Ekonomi
Blusukan yang dimulai dari mengunjungi aparatur kelurahan, pihak PAUD/TK, membawa YB3 sampai kepada masyarakat dan program kesehatan. YB3 juga mengenal masyarakat, khususnya pelaku UMKM dengan melakukan kunjungan ‘door to door’ kepada pelaku UMKM dan juga survei potensi, masalah dan kebutuhan UMKM. Berdasarkan hasil survei dan kunjungan UMKM, ditemukan beberapa pelaku UMKM yang tertarik untuk mengembangkan usahanya dan membuka merchant online. Selain itu, adanya pelatihan kepada pelaku usaha kecil dan mendorong pelaku-pelaku usaha untuk mengembangkan usaha mereka dengan cara memaksimalkan promosi usaha mereka.
Dampak Blusukan Terhadap Program Pendidikan
Blusukan ke TK/PAUD juga membuka peluang untuk melihat langsung tantangan yang dihadapi para pendidik dan siswa. Dari hasil blusukan ini, YB3 dapat mengidentifikasi kebutuhan spesifik di lingkungan pendidikan, misalnya kebutuhan akan fasilitas pembelajaran yang lebih baik dan peningkatan kapasitas guru. Sehingga YB3 bekerjasama dengan para pendidik TK/PAUD untuk meningkatkan kapasitas guru melalui program Langit Bertemu Bumi.
YB3 juga melakukan survei pendidikan kepada usia 15-25 tahun dan juga orang tua yang memiliki anak usia 15-25 tahun, untuk mengenal kebutuhan, potensi dan masalah apa yang dihadapi masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Melalui blusukan YB3 percaya bahwa masyarakat memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan di bidang pendidikan.
Pemberdayaan dan Blusukan
Blusukan dan pemberdayaan adalah dua konsep yang saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui blusukan yang dilakukan, kita dapat mengenal masalah yang mereka alami, potensi dan sumber daya yang mereka miliki, kekuatan dan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah, serta bekerja sama dalam mencari solusi, pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang melalui kolaborasi semua pihak bersama masyarakat.
Salam Pemberdayaan!
Sumber:Afriansyah.,dkk. 2023. Pemberdayaan Masyarakat. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi




