Apa itu pemberdayaan? – pemahaman YB3

Hai Sahabat YB3, kembali lagi di seri ‘Apa itu Pemberdayaan’ di Blog Pemberdayaan YB3, kali ini kami akan membahas konsep dan pemahaman YB3 mengenai pemberdayaan.

Sebelumnya di artikel pertama dan kedua dalam seri ini kami sudah melihat sejarah dan perkembangan pemahaman istilah empowerment dan pemberdayaan hingga saat ini. Ternyata, pemahaman sangat bervariasi sehingga sering terjadi perbedaan pendekatan di lapangan. Nah, bagaimana dengan YB3? Apakah kami punya pemahaman dan praktik pemberdayaan yang jelas dan konsisten? Ayo, silakan menyimak penjelasan di artikel ini!

Definisi Pemberdayaan

Menurut YB3, pemberdayaan adalah sebagai berikut.

“Pemberdayaan adalah sebuah proses di mana kita menjadi semakin kuat, mampu dan percaya diri sehingga bisa memaksimalkan potensi dan kapasitas, baik secara individu maupun kolektif dalam keluarga dan masyarakat.”

Adapun beberapa unsur dan nilai di sini yang bisa kita soroti dari definisi ini.

  1. Pemberdayaan adalah sebuah proses. Biasanya, proses ini butuh waktu yang lama. Tidak bisa selesai dalam periode beberapa bulan, ataupun beberapa tahun. Agen pemberdayaan butuh komitmen jangka panjang untuk melihat perubahan terjadi.
  2. Pemberdayaan bukan sesuatu yang kita lakukan kepada orang lain saja. Kita semua sedang dalam proses pemberdayaan. Kekuatan, kemampuan dan percaya diri yang sudah kita oleh kita pakai untuk memberdayakan sesama.
  3. Setiap orang mempunyai potensi dan kapasitas yang berbeda-beda. Dalam proses pemberdayaan, kita berharap setiap individu, keluarga dan masyarakat dapat memaksimalkan potensi dan kapasitas masing-masing.
  4. Proses pemberdayaan dilalui bersama-sama. Intervensi pemberdayaan semestinya memfokus pada individu sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat setempat. Kemajuan yang paling berdampak akan dirasakan oleh masyarakat yang dapat bekerja sama melibatkan semua golongan masyarakat menuju tujuan bersama.

Bidang-bidang pemberdayaan

Menurut kami, pemberdayaan tidak terbatas untuk perempuan atau pemuda, dan juga tidak terbatas pada bidang ekonomi dan usaha.

Pemberdayaan berlaku untuk semua bidang hidup, yang kami rangkumkan menjadi empat bidang besar:

  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Lingkungan

Apa maksudnya dengan pemberdayaan di bidang pendidikan? Guru-guru dan kepala sekolah berdaya dalam melaksanakan tugas mereka, dan wali murid berdaya untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang ada secara maksimal.

Kalau di bidang ekonomi, lebih banyak lagi cara menerapkannya, baik dari pemilik UMKM menjadi berdaya dalam menjalankan bisnis mereka secara optimal, pemuda berdaya dalam mengakses kesempatan kerja yang ada, maupun ibu rumah tangga berdaya dalam me-manage keuangan keluarga mereka.

Di bidang kesehatan kita melihat bahwa ibu-ibu mempunyai peran kunci dalam kesehatan anggota keluarga mereka, dan mereka bisa menjadi berdaya dalam peran tersebut. Remaja juga semestinya menjadi berdaya dalam memahami dan menangani isu-isu kesehatan yang relevan bagi remaja. Keluarga yang memiliki anggota yang berkebutuhan khusus atau difabel bisa menjadi berdaya dalam mendukung dan menjaga anggota tersebut, dan pada saat yang sama orang yang memiliki disabilitas bisa juga menjadi lebih berdaya dalam menjalani hidup mereka sesuai kapasitas masing-masing.

Di lingkungan masyarakat ada kebutuhan untuk bekerja sama hingga menjadi berdaya secara kolektif dalam mengatasi tantangan yang ada di lingkungan, serta merancang kemajuan yang menjadi harapan bersama untuk masa depan.

YB3 aktif menjalankan program dalam keempat bidang ini, dan Anda bisa membaca berita dari program tersebut di situs internet kita dan juga di Instagram @bina_berdaya_bangsa.

Seperti apa prosesnya?

Kalau pemberdayaan menjadi sebuah proses, berarti ada beberapa tahap perkembangannya, dan juga cara mengukurnya. Jangan khawatir, lain kali kami akan kembali membahas topik mengukur pemberdayaan di blog pemberdayaan YB3.

Kali ini, kami mau menjelaskan secara singkat saja tiga langkah dalam proses pemberdayaan, yang menjadi sebuah siklus yang diikuti berulang kali. Penasaran?

Ketiga langkah dalam proses pemberdayaan menurut YB3 adalah:

  1. Mengetahui
  2. Mempraktekkan
  3. Membagikan kembali

Mengetahui

Pengetahuan menjadi titik mulai proses perubahan. Ketika kita mengetahui sesuatu, kita punya kesempatan untuk bertindak. Pengetahuan tidak terbatas pada ilmu yang didapatkan di lingkungan sekolah atau diajarkan secara resmi, tapi merupakan semua hal yang kita pelajari setiap hari dengan bantuan kelima indera kita. Kegiatan YB3 banyak berfokus pada pembagian pengetahuan, baik ilmu dari para ahli bidang, maupun sharing pengalaman peserta kegiatan.

Mempraktekkan

Ketika kita mengetahui sesuatu, kita harus memutuskan bagaimana kita mengaplikasikan ilmu yang sudah kita dapat. Tergantung penilaian kita mengenai apakah ilmu ini baik dan benar, berguna dan aman kita akan mengambil langkah untuk berubah pola pikir, pola hidup ataupun cara berinteraksi dengan orang lain.

Membagikan kembali

Langkah terakhir menjadi sangat penting kalau kita ingin menyaksikan perubahan positif terjadi di keluarga dan lingkungan kita. Yaitu, membagikan kembali ilmu yang sudah kita dapat dan yang sudah kita praktekkan. Proses pemberdayaan mengandalkan kesediaan peserta untuk tidak hanya menerima dan mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari, tetapi juga membagikannya kembali kepada anggota keluarga, tetangga dan teman.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju dengan definisi pemberdayaan di atas? Apakah Anda ingin terlibat dalam proses pemberdayaan yang terdiri dari ketiga langkah di atas?

Ayo bergabung sebagai Sahabat YB3 dengan mengisi formulir Dukung YB3! #pemberdayaanmenujukesejahteraan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Hubungi Kami!