Ketika Langit Bertemu Bumi

Latar Belakang 

Semua selalu berawal dari sebuah ide. Ide yang lahir dari kerinduan. Kerinduan kami adalah melihat pendidikan yang berkualitas bagi semua anak, termasuk anak yang terlahir di tengah keluarga pra sejahtera. Pendidikan bagi anak pra sejahtera bisa menjadi hal yang langka dan mahal. Syukurlah di setiap lingkungan terdapat pahlawan-pahlawan lokal yang peduli dan mau mengembangkan pendidikan bagi anak usia dini. Pahlawan ini kami panggil guru PAUD. Walau demikian, kami dapati bahwa kebanyakan guru-guru PAUD ini tidak diperlengkapi dengan latar belakang pendidikan yang sesuai.

Hal inilah yang mendorong kami membuat pelatihan khusus bagi guru-guru PAUD dengan metode sederhana yang mudah dimengerti namun tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan guru PAUD.

Demikian prinsip kami saat bekerja sama menciptakan konsepnya :

  • Tidak membosankan.
  • Bukan presentasi sepanjang hari.
  • Lebih dari teori.
  • Membuat guru mampu dan berdaya.
  • Untuk menghasilkan anak-anak yang memahami pelajaran.

Kurikulum ini khususnya dibuat agar guru diberdayakan untuk mampu mengajari anak hingga memahami pelajaran. Terkadang guru begitu bersemangat melimpahkan semua pelajaran sehingga lupa bahwa anak memiliki kapasitas yang berbeda-beda untuk menyerap pelajaran. Ada anak yang masih menjejakkan kaki di bumi, sementara sang guru telah berbicara jauh melintasi langit dan awan-awan. Sehingga alih-alih semakin mendekat, siswa yang berjejak di bumi malah semakin jauh terpisah dari guru yang sudah selevel dengan langit.

Guru sebagai langit perlu menyesuaikan cara mengajarnya dan murid perlu dilatih untuk memperhatikan sehingga keduanya bersua dan langit dapat bertemu bumi.

Proses Pembuatan

Untuk memenuhi harapan ini, tim yang terdiri dari empat personil berkumpul. Orang-orang ini merupakan para ahli di bidangnya : sarjana pendidikan dari Inggris yang juga mengelola yayasan nirlaba kurikulum Saya Suka Membaca, sarjana linguistik dengan pengalaman melatih guru selama lebih dari lima tahun, mantan kepala sekolah TK, dan yang terakhir seorang praktisi juga pembina organisasi guru informal.

Keempat personil ini berkumpul seminggu sekali selama lebih dari enam bulan untuk menghasilkan kurikulum pendidikan yang terdiri dari lima topik : visi mengajar, manajemen kelas, tahapan perkembangan anak dan pengajaran yang berpusat pada siswa.

Perkembangan

Setelah kurikulum rampung, kami melakukan uji coba bersama beberapa PAUD rekanan. Kurikulum ini disambut dengan senyum lebar khususnya oleh guru-guru baru yang belum memiliki banyak pengalaman mengajar. Hingga artikel ini ditulis, tim masih terus melakukan revisi dan pengembangan agar kurikulum ini dapat mencapai tujuannya dan bermanfaat bagi kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia.

× Hubungi Kami!