Pilot project BERANI (Berdaya, Aktif & Inovatif) : mendengar aspirasi pemuda

Pemberdayaan melalui proses pendekatan yang melibatkan secara aktif partisipasi masyarakat, dimana masyarakat menjadi produsen dan bukan sekedar konsumen, mereka terlibat secara aktif dalam perumusan program, sehingga masyarakat merasa memiliki program dan bertanggung jawab bagi keberhasilan program (Soetomo, 2012).

YB3 melihat bahwa pemberdayaan tidak lengkap tanpa melakukan pendekatan atau membangun hubungan dengan masyarakat. Pendekatan dan membangun hubungan ini adalah langkah awal menuju proses pemberdayaan. Satu hal yang pasti, masyarakat lokal jauh lebih mengenal lingkungan sekitar, mereka lebih mengenal potensi, kebutuhan dan masalah yang ada di lingkungan mereka. Pada Pilot Project Program BERANI (BERdaya Aktif iNovatIf) dengan target sasaran pemuda di Krendang. YB3 ingin mengenal lebih dekat dengan pemuda Krendang.

PDKT (Pendekatan) YB3 dengan Pemuda Krendang

Pemuda memiliki energi yang besar, banyak aspirasi dan ide-ide yang mungkin tidak pernah didengar dan tidak pernah mereka keluarkan sebelumnya. Ada mimpi dan harapan yang mereka kubur dan dibiarkan begitu saja sambil terus melanjutkan hiruk pikuk kehidupan mereka. Sehingga, pada bulan penuh berkah di bulan Ramadhan (Maret 2025), YB3 mengadakan ngabuburit bersama dengan pemuda Krendang yang dilaksanakan dari tanggal 18 – 20 Maret 2025, untuk mendengarkan aspirasi dan mimpi mereka.

Ngabuburit bersama pemuda krendang membuat YB3 lebih mengenal harapan dan mimpi pemuda, selain itu, YB3 juga bisa mengetahui isu yang ada di masyarakat. Kita bisa mengetahui bahwa putus sekolah banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kenakalan remaja. Ketika berbicara dengan pemuda, YB3 bisa mengetahui secara mendalam permasalahan ekonomi seperti apa yang dihadapi pemuda sampai dengan putus sekolah. Seperti salah satu cerita dari Ananda (bukan nama sebenarnya), dia putus sekolah dikarenakan ibu tunggal berusaha untuk menafkahi anak-anaknya, belum lagi harus membayar uang kontrakan tiap bulannya, membuat Ananda memilih untuk putus sekolah. Apabila bercerita tentang mimpi, Ananda tidak ingin ada anak yang memiliki pengalaman serupa dengannya. Ananda tahu bahwa pendidikan sangat penting dan berguna, sehingga besar harapannya anak-anak seusianya bisa terus mengenyam pendidikan.

Pertemuan dengan pemuda membawa YB3 memahami alasan-alasan aspirasi pemuda bagi lingkungan sekitar mereka, seperti; suka dengan anak kecil dan ingin membantu anak-anak yang sulit belajar membaca, rencana membuka usaha untuk masa depan dan lain sebagainya. Aspirasi berangkat dari kerinduan pribadi dan juga kebutuhan sosial yang mereka lihat dari lingkungan masyarakat mereka.

Semoga Harapan Terwujud dan Bukan Hanya Sekedar Mimpi

Bermimpi adalah hal yang wajar dan dapat dimiliki oleh semua orang, tetapi mewujudkannya? Perlu sebuah rencana yang diwujudkan melalui aksi. Setelah mendengar mimpi dari pemuda krendang, YB3 tidak berhenti hanya sampai mendengar saja. YB3 masih terus membangun hubungan dengan segala rencana pilot project, tapi pemberdayaan yang sangat kuat dimulai dari kerinduan pemuda untuk mewujudkannya melalui aksi. Rencana yang berangkat dari ide-ide pemuda krendang, perlu dibahas bersama dengan pemuda, sehingga mereka menjadi bagian dari pemberdayaan dan pewujudan mimpi mereka.

YB3 bersama pemuda saat ini masih dalam tahap perencanaan untuk mewujudkan harapan mereka, terkait mimpi mereka dan mimpi bagi lingkungan sekitar mereka yang bisa mereka lakukan mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Pemberdayaan menjadi rantai dan semangat pemuda menjadi kayuh dapat menggerakkan kehidupan masyarakat pra-sejahtera menuju kesejahteraan, berdaya dan berdampak.