Keluarga yang kuat

Rangkaian kursus parenting telah selesai dilaksanakan di ketiga PAUD/TKQ yang menjadi mitra YB3. Ada sesuatu yang spesial di tahun ini, karena kursus dari program keluarga sehat yang dijalankan selama 1 tahun ini adalah kursus parenting. Biasanya YB3 akan melaksanakan kursus nutrisi di semester ganjil, lalu dilanjut dengan kursus parenting di semester genap. Akan tetapi, ada perubahan yang bermakna!

Apa yang mendasari perubahan ini? Keterlibatan mitra dalam membuat keputusan! Meskipun masih dalam tahap yang sangat awal, YB3 mulai membiasakan mitra dengan nilai pemberdayaan yang menjadi ciri khas YB3. Biasanya hampir seluruh ide pelaksanaan (kapan, jumlah sesi, frekuensi, mengumpulkan biaya kursus, dll) berasal dari YB3, lalu meminta pimpinan PAUD/TKQ menentukan tanggal-tanggal yang sesuai dengan situasi sekolah. Namun sejak memasuki tahun ajaran baru, YB3 menggeser peranan tersebut kepada sekolah, sebagai bagian dari proses ‘menggeser kepemilikan’ program keluarga sehat pada akhirnya kepada sekolah. 

Dampak dari perubahan ini sangat terasa. Meskipun masih belum memperlihatkan hasil yang terlalu signifikan, namun sudah mulai ada rasa kepemilikan terhadap program ini dari sekolah. YB3 setiap kali mempunyai kesempatan, selalu menekankan bahwa program ini adalah milik sekolah dan YB3 berperan sebagai mitra bagi sekolah dalam menjalankannya. 

Satu kali, di salah satu sekolah mitra, tim YB3 begitu berbesar hati menerima ide untuk memberikan tempat pelaksanaan kursus yang telah disiapkan sebelumnya dengan rapi, juga jumlah peserta yang dihadirkan sekolah pada sesi tersebut di luar ekspektasi. Pada kesempatan lain, salah satu pimpinan dari sekolah mitra meminta relawan untuk memfoto absensi dengan maksud untuk memberi peringatan kepada orangtua yang belum hadir atau malas mengikuti kegiatan parenting. Lain waktu lagi, tim YB3 mendapat kisah bagaimana salah satu pimpinan sekolah mitra mendiskusikan kehadiran peserta di sekolahnya dengan pimpinan sekolah mitra lain dan bagaimana mereka saling mendukung juga berbagi ide untuk meningkatkan kehadiran peserta. Pimpinan sekolah mitra lainnya, mencetuskan ide untuk memberi ‘reward’ dari sekolah bagi peserta yang hadir penuh selama kegiatan parenting. Tim YB3 juga mendapati bagaimana dengan leluasa relawan maupun peserta memberi ide-ide untuk membuat program ini menjadi menarik dan menyenangkan, misalnya ketika salah satu ibu yang mengusulkan supaya tetap ada sertifikat bagi mereka yang rajin datang parenting.

Terkait dengan materi, ada beberapa perubahan minor yang dilakukan untuk meresponi berbagai masukan yang diterima dari kegiatan monitoring dan evaluasi di semester sebelumnya. Hal-hal tersebut antara lain : memecah materi visi keluarga harmonis dan hubungan orangtua dan anak masing-masing menjadi 2 pertemuan, membuat beberapa kegiatan untuk memicu diskusi (menyediakan worksheet untuk kelompok besar), selalu ada ice breaker, mengadakan kuis berhadiah. 

Tanggapan peserta terhadap kegiatan ini beragam. Ada yang merasa senang karena memiliki wadah untuk bisa berbagi dan memperoleh pengetahuan mengenai parenting dan memberi perhatian, ada yang biasa saja dan ikut karena diajak teman atau tidak mau ditegur sekolah, ada juga ‘yang penting hadir’. Meskipun demikian, YB3 tetap menerima beberapa penuturan dari peserta, misalnya terbantu dalam mengenali bahasa kasih anak dan dirinya sendiri, juga tahu hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan di antara mereka; beberapa menceritakan bagaimana pajangan budaya keluarga membantu mereka dengan mudah menyampaikan nilai-nilai baik yang harus terbangun di dalam keluarga mereka dan bekerjasama sebagai satu tim agar nilai tersebut dapat terlaksana.