Dari sudut pandang luar, kami mengerjakan hal yang sering dilakukan oleh organisasi nirlaba sosial. Kami melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai rencana, menghitung kehadiran dan mengambil foto sebagai dokumentasi. Usai acara di jalan keluar, peserta boleh mengucapkan “Terima kasih. Senang mengikuti kegiatannya.” Sangat menggoda untuk menganggap pekerjaan kita telah selesai dan dilakukan dengan baik.
Namun di YB3, kami mengajukan pertanyaan menantang kepada diri sendiri, “Bagaimana kami mengetahui apakah program kami memberikan dampak yang sesuai yang kami harapkan…dan sesuai dengan keinginan masyarakat?”
‘Dampak’ menjadi nilai fokus YB3 di tahun 2024. Mengapa? YB3 sudah menjalankan kegiatan di daerah Krendang sejak tahun 2020, dan kegiatan tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun, semakin lama melayani di sini, kami menjadi semakin yakin bahwa tantangan atau kondisi hidup di masyarakat sangat kompleks dan tidak bisa diatasi begitu saja dengan menjalankan beberapa kegiatan menarik.
Kalau kita mau melihat perubahan ataupun transformasi terjadi di skala masyarakat, kita butuh melihat kembali setiap kegiatan maupun konsep kerja dengan kaca mata meningkatkan dampak untuk jangka panjang. Dengan demikian kami berharap melalui serangkaian kegiatan efektif yang berjalan masyarakat akan merasakan dampak nyata.
Untuk membantu memandu pemikiran kami, kami mulai perjalanan pembelajaran. Awal tahun ini, dua staf YB3 dilatih oleh Indika Foundation dalam menggunakan alat konseptual yang disebut Logframe (atau Kerangka Logis) yang mengartikulasikan alur logis antara inputs, kegiatan, outputs, hasil, dan dampak program jangka panjang. Lalu, beberapa staf YB3 lainnya menyelesaikan kursus online “Analisis Dampak Sosial” dari Acumen yang membawa Logframe satu langkah lebih lanjut untuk menciptakan apa yang disebut Teori Perubahan.
Teori perubahan mencakup dan berfokus pada asumsi dan hubungan sebab-akibat antara inputs, kegiatan, outputs, hasil, dan dampak program jangka panjang. Teori perubahan yang kami ciptakan terhadap sebuah program menjadi penjelasan kami tidak hanya bagaimana program tersebut akan berjalan, namun juga mengapa program tersebut akan menghasilkan manfaat kepada masyarakat yang kami (dan mereka) harapkan. Karena cara terjadinya perubahan tidak selalu jelas, linier, atau statis, pendekatan kami adalah selalu mendengarkan masyarakat, mengumpulkan data yang berarti, dan dengan cepat mengulangi program kami berdasarkan masukan mereka.
Dengan semakin dekatnya retret tahunan YB3, pembelajaran ini datang pada waktu yang tepat. Retret tahunan adalah waktu untuk merenungkan satu tahun yang sudah berlalu dan mengembangkan rencana untuk tahun mendatang. Kami tidak hanya dibekali dengan kerangka Teori Perubahan, namun juga mulai menyelaraskan konsep-konsep pemberdayaan lainnya.
Anda mungkin pernah mendengar kami menyebutkan konsep-konsep seperti Model/Bantu/Pantau/Pergi, Tahapan Perubahan (“Stages of Change”), atau mengetahui/mempraktekkan/membagikan kembali. Semua hal ini, termasuk Teori Perubahan, membantu kami menyesuaikan program kami berdasarkan seberapa siap individu dan mitra kami di komunitas untuk mengambil tindakan menuju kesejahteraan. Hal ini diperlukan agar kami tidak hanya hadir tapi berdampak untuk jangka panjang.




