Kacamata YB3

Untukmu yang sedang membaca, salam kenal. Saya Rachel, relawan di Program Divisi Disabilitas Yayasan Bina Berdaya Bangsa (YB3). Melalui artikel ini, saya ingin membawamu untuk merasakan petualangan menjadi relawan di YB3.

Kali pertama menapaki kaki di kantor YB3, saya disambut hangat oleh semua orang disana. Setiap orang pasti akan segan dan malu-malu jika di tempat baru, begitupun saya. Namun, dengan keramahan staff di YB3, kamu akan merasa aman dan nyaman. Senang rasanya bila bergabung ke lingkungan yang hangat dan santai, bukan?

Setelah briefing, saya pun diajak berkunjung ke masyarakat. Kami berjalan menyusuri jalan-jalan setapak yang berkelok, hingga menciptakan kebingungan pada kami yang tak pakar arah. Namun, disinilah kami belajar beramah-tamah, menyapa setiap orang yang dijumpai, dan bertanya pada penduduk di sana. Indah rasanya menemukan bahwa Indonesiaku masih sama, negara yang terkenal dengan keramahannya, dapat dirasakan melalui Krendang.

Sampai kemudian, kami tiba di rumah tujuan. Kami pun bertemu keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas. Disini, kami bertemu dengan seorang adik kecil nan cantik. Ia memiliki gangguan pendengaran dan bicaranya tidak lancar. Kami pun mendengarkan kisahnya dari sang Ibunda dan mencoba memahami apa yang ia rasakan.

Anak kecil itu cenderung menjauh dari teman-teman seusianya, karena suatu pengalaman yang tidak mengenakan. Yah, anak tersebut diejek oleh teman-temannya dengan perkataan yang tentu tidak enak didengar. Kala itu saya teringat penjelasan yang disampaikan guru saya, “Kita terkadang lupa apa yang kita dengar, tapi kita akan ingat bagaimana perasaan kita ketika mendengarnya”. Begitulah kira-kira bagaimana perkataan orang lain bisa mempengaruhi kita, sekalipun kita lupa perkataannya, namun perasaan itu akan selalu membekas. Lantas, bagaimana dengan adik kecil itu? Pendengarannya memang terganggu, tapi tidak dengan perasaannya.

Kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari panjangnya kisah kehidupan anak-anak dengan disabilitasnya masing-masing. Disini, kalian akan bertemu dengan beragam anak dengan keunikannya masing-masing. Ada anak dengan masalah motorik, sensorik, intelektual, dsb. Kalian juga akan mendengarkan berbagai upaya yang dilakukan orang tuanya dengan segala keterbatasan mereka sebagai keluarga pra-sejahtera. Dan, kalian akan menyadari kesulitan yang dialami orang tua yang benar-benar berjuang untuk anaknya. Ayah dan Ibu mereka berjuang sembari mengharapkan yang terbaik bagi anak-anak spesial ini. Sebuah perjuangan yang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran, dan ketulusan.

Semua anak-anak ini tetaplah manusia. Manusia yang ingin dikasihi, diterima, dan dimengerti. Namun, tidak semua orang punya kesadaran untuk memperlakukan mereka dengan baik. Tidak semua orang mau berbesar hati menerima keberadaan mereka. Karena itulah, ketika kami berkunjung, mereka sangat berterima kasih. Melalui kunjungan kami, mereka merasakan penerimaan di antara banyak penolakan dan ejekan yang mereka terima.

Jika kamu sudah membaca sampai disini, mungkin kamu punya hati untuk ini. Tak perlu tunggu nanti ketika kamu sudah berhasil untuk menjadi berarti bagi orang lain. Sedikit waktu dan tenaga yang kamu luangkan disini, akan sangat berarti bagi keluarga-keluarga ini. Bersama-sama, mari kita hadir, mendampingi dengan hati, dan belajar memahami dari setiap cerita yang mereka bagikan.

Kamu juga tak harus bergabung di Divisi Kesehatan Program Disabilitas, kok. Karena program di YB3, tidak hanya itu saja. Disini ada banyak program lainnya yang dirancang untuk membantu masyarakat Krendang. Di antaranya, ada program UMKM, parenting course, kesehatan remaja, dll. Jadi, tunggu apa lagi? Mari bergabung di YB3 yang membuka kesempatan bagi relawan yang mau membantu. Untuk info lebih lanjut cek di @bina_berdaya_bangsa, ya!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Hubungi Kami!