Remaja bukan sekadar usia—ini adalah masa penuh perubahan, pencarian jati diri, dan kebutuhan akan pendampingan yang tepat. Itulah yang menjadi latar belakang program Remaja 101. Program ini difokuskan pada edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja awal, sebuah topik yang kerap dianggap tabu namun sangat penting di masa perkembangan anak.
Program Remaja 101 kembali berjalan di tahun ajaran 2024/2025. Namun yang menjadikan tahun ini istimewa adalah semakin meluasnya lingkar pengaruh yang terlibat—guru dan orangtua—lingkar pengaruh terdekat dari remaja—dengan pendekatan yang holistik dan berkesinambungan. Inilah salah satu kekuatan cara kerja YB3: kami tidak hanya fokus pada satu pihak, melainkan menguatkan ekosistem yang mendukung remaja untuk tumbuh sehat dan berdaya.
Selama periode Oktober 2024 hingga Mei 2025, Remaja 101 menjangkau siswa kelas 4, 5, dan 6 di empat sekolah dasar mitra: SDN Jembatan Lima 03, SDN Duri Utara 05, MI Manbaul Chairat, dan MI Al Muawanatul Khaeriyah.

Gambar 1. Infografik Ringkas Program Remaja 101 2024/2025
Dari Pengamatan Menjadi Kolaborasi Aktif
Jika pada tahun sebelumnya guru hanya menjadi pengamat, tahun ini mereka menjadi fasilitator. Ini bukan tanpa alasan—keinginan datang dari para guru sendiri.
Dari refleksi tahun lalu, kami mendapati bahwa banyak guru sebenarnya ingin mampu menyampaikan materi tentang pubertas dan kesehatan reproduksi dengan cara yang tepat. Seperti pepatah bilang, “pucuk dicinta ulam pun tiba”, keinginan ini sejalan dengan rencana YBBB untuk menyiapkan pelatihan khusus untuk guru.
Pelatihan tahap pertama ini dilakukan di awal tahun ajaran dan menekankan pentingnya menciptakan ruang aman di sekolah bagi remaja. Hasilnya, guru kini menjadi mitra utama dalam setiap sesi edukasi yang berdurasi 60–90 menit di kelas—mereka terlibat langsung dalam proses penyampaian edukasi, bekerja berdampingan dengan tim YBBB. Ini adalah wujud nyata dari nilai kolaborasi dan pemberdayaan yang menjadi DNA kerja YBBB. Kami percaya perubahan terjadi lebih kuat dan bertahan lama jika dilakukan bersama, bukan sendiri.

Gambar 2. Guru kelas 4 di kedua SD/MI mitra menjadi fasilitator
Materi Disesuaikan, Pendekatan Dipersonalisasi
Edukasi disampaikan secara bertahap dan disesuaikan berdasarkan kelompok usia. Kelas 4 mendapatkan pendekatan dasar mengenai perubahan tubuh, sedangkan kelas 5 dan 6 mulai mengenal konsep kesehatan reproduksi secara lebih menyeluruh. Semua ini dirancang dari masukan guru-guru tahun sebelumnya agar materi tepat sasaran dan berdampak nyata.
Sebelum sesi dimulai, tim YB3 dan guru melakukan briefing bersama, membagi peran serta memastikan semua kebutuhan teknis dipersiapkan, termasuk alat bantu dan pengaturan kerja kelompok. Kami menyaksikan sendiri bagaimana guru mendorong peserta menyelesaikan tugas dengan serius dan menjadikan setiap sesi pembelajaran sebagai ruang interaktif yang berarti.

Gambar 3. Tim YB3 dan guru kelas 5 di salah satu SDN mitra melakukan briefing untuk sesi 2
Remaja Belajar, Orangtua Terlibat
Namun tak berhenti di sekolah, Remaja 101 juga mulai menyentuh lingkar pengaruh yang lebih luas: keluarga. Tim YB3 merancang pendekatan agar tumbuh kesadaran dan keterlibatan keluarga dengan memberdayakan remaja itu sendiri. Setelah sesi kelas, melalui tugas rumah yang dirancang sederhana namun bermakna, peserta diminta mendiskusikan materi tentang pubertas bersama orangtuanya. Untuk memfasilitasi hal ini, kami membekali peserta dengan flyer edukatif dan lembar umpan balik yang harus diisi orangtua dan dikembalikan ke sekolah.
Respons yang kami terima sangat positif. Banyak orangtua merasa ini menjadi jembatan untuk berbicara secara terbuka dengan anak mereka mengenai perubahan tubuh dan pubertas—hal yang sebelumnya terasa canggung dan sulit dibicarakan.
Dengan strategi ini, kami memperluas dampak program dari ruang kelas ke rumah tangga—sebuah bentuk nyata dari pendekatan holistik dan berkesinambungan yang diyakini YBBB.
Menuju Dampak yang Lebih Luas : Anda Bisa Terlibat!
YB3 percaya bahwa setiap remaja berhak tumbuh dalam ekosistem yang aman dan kuat. Program Remaja 101 tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi membangun ekosistem pendukung yang lebih sadar, terbuka, dan berdaya—secara bertahap.
Kami mengundang Anda untuk ikut menjadi bagian dari perjalanan ini. Mari bergabung bersama kami dan jadilah bagian dari perubahan. Karena membangun remaja yang siap menghadapi masa depan bukan hanya tugas sekolah, tapi tanggung jawab bersama.




